Seperti biasa setiap minggu pagi saya sedikit meregangkan otot senam-senam kecil di teras rumah. Tidak seperti biasa ketika itu ada suara imut mengalun syair yang belum pernah saya dengar. Tidak juga saya mengerti arti dan maksud lirik tersebut.
“Iwak peyeyek, iwak peyeekk.” Begitu lantunannya.
Sejenak saya terkagum karna saya kira syair yang dinyanyikan oleh anak tetangga berusia kira-kira 4 tahun itu adalah lagu tradisional suatu daerah. Karna penasaran saya browsing lirik lagu itu dan ternyata,
woww….ternyata lagu itu dinyanyikan oleh tiga gadis sexy (pakaian dan goyangannya). Liriknya pun saya rasa kurang nyaman dinyanyikan oleh anak balita yang seharusnya menyanyikan lagu dengan syair mendidik seperti jaman dulu saya kecil ketika lagu anak masih marak. Sebut saja lagu “satu ditambah satu” yang mengajak berhitung atau “du di dam” yang mengajak berbakti pada orang tua (ibu). Sangat mendidik bukan?
Ironis melihat realita perkembangan musik anak Indonesia yang lamban bahkan hampir terhenti padahal media televisi banyak (hampir tiada henti) menampilkan acara musik setiap harinya. Sayangnya acara-acara tersebut hampir seluruhnya berkonsentrasi pada konsumen remaja hingga dewasa dengan suguhan lagu-lagu bertema cinta. Sedangkan kebutuhan anak akan musik berkualitas (mendidik) seolah luput dari perhatian. Celakanya anak-anak ikut menikmati alunan musik bertema cinta karna intensitas penayangannya yang tinggi dan tanpa pendampingan orang tua sehingga berdampak pada perkembangan anak itu sendiri.
Usia anak (terutama balita) adalah masa dimana mereka dapat menyerap informasi dengan cepat dan dengan mudahnya melekat di benak si anak. Apa yang mereka lihat dan dengar dapat berdampak pada psikologi yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Jadi sangat bijak jika musik dijadikan sarana mendidik anak lewat lagu berkualitas sesuai usia dan kebutuhan mereka. Tapi yang terjadi saat ini bahkan artis cilik ikut-ikutan menyanyikan lagu bertema cinta. Wahh bukannya miris jika kita mendapati anak kita lebih terbiasa mengucap kata cinta, cium daripada berhitung?
Saya sempat terpikir dengan lagu yang populer lewat youtube. Selagi menunggu penulis lagu berbakat tergugah kembali untuk menulis lagu anak yang mendidi serta maraknya lagi acara musik anak di televisi. Media tersebut (youtube) dapat dimanfaatkan untuk mempopulerkan kembali lagu anak yang mendidik. Baik versi video aslinya,
atau hasil kreatifitas yang melibatkan anak langsung (diharapkan dapat menggungah peramaian musik anak Indonesia kembali) seperti ini,
Semoga musik anak Indonesia dapat lebih maju!

Wah...blognya keren...postingannya juga menarik dan informatif..
BalasHapussaya juga punya sebuah blog yang khusus membahasa tentang dunia anak dan parenting..
silikan berkunjung, karena saya sedang bagi2 lagu anak lewwat blog saya.
Klik saja
http://lagu2anak.blogspot.com
Met kunjung balik ya....
bila berkenan, mari tuker link
Salam cinta lagu2anak
Kak Zepe